BOGOR – Semangat olahraga adu kekuatan atau arm wrestling (panco) semakin menunjukkan geliatnya di Kota Bogor. Komunitas Bogor Arms Wrestling Guard Camp Community sukses menggelar turnamen panco perdana di Warung Atmosfer, Taman Tanah Sareal, Kota Bogor, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus grand opening komunitas tersebut.
Ketua panitia sekaligus owner Warung Atmosfer, Agus, yang akrab disapa Kang Agus, mengaku bersyukur karena turnamen perdana ini mendapat sambutan yang jauh melampaui ekspektasi.
"Ini merupakan kegiatan pertama yang kami selenggarakan. Awalnya kami hanya menargetkan peserta dari Kota Bogor, namun Alhamdulillah antusiasmenya luar biasa. Sekitar 25 peserta hadir, tidak hanya dari Bogor, tetapi juga dari wilayah Jabodetabek, Sukabumi hingga Cianjur," ujar Kang Agus.
Menurutnya, tingginya minat peserta merupakan hal yang wajar karena kompetisi panco masih tergolong jarang digelar di Indonesia. Akibatnya, para atlet maupun pecinta olahraga ini selalu antusias ketika mengetahui ada turnamen yang diselenggarakan.
"Kami menyadari masih banyak kekurangan, baik dari sisi persiapan maupun fasilitas. Namun ini menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya bisa lebih baik lagi. Yang terpenting, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai," tambahnya.
Dalam turnamen tersebut, panitia membagi pertandingan ke dalam beberapa kategori berat badan, yakni Kelas A (50 kg), Kelas B (60 kg), dan Kelas C (70 kg) sehingga persaingan berlangsung lebih adil dan kompetitif.
Selain menjadi penyelenggara, Kang Agus yang juga berprofesi sebagai pelatih kebugaran menjelaskan bahwa olahraga panco tidak semata-mata mengandalkan kekuatan otot.
"Banyak orang mengira panco hanya soal tenaga. Padahal ada teknik yang harus dipelajari, mulai dari posisi tubuh, pegangan tangan, hingga teknik yang benar agar terhindar dari cedera lengan. Jadi olahraga ini membutuhkan latihan yang tepat," jelasnya.
Lebih jauh, Kang Agus menilai penyelenggaraan event olahraga komunitas seperti ini juga memiliki dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Kota Bogor.
Ia mencontohkan, sejumlah peserta dari luar daerah sengaja datang sehari sebelum pertandingan dan menginap di hotel. Selama berada di Bogor, mereka juga memanfaatkan waktu untuk menikmati kuliner dan mengunjungi berbagai tempat di sekitar lokasi kegiatan.
"Walaupun skalanya masih kecil, ternyata kegiatan seperti ini mampu menghadirkan kunjungan dari luar daerah ke Kota Bogor. Mereka menginap, makan di restoran, berbelanja, sehingga secara tidak langsung ikut menggerakkan ekonomi lokal dan mendukung sektor pariwisata," katanya.
Karena itu, Kang Agus berharap pemerintah maupun para pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian serta dukungan terhadap penyelenggaraan event olahraga komunitas.
"Kami berharap ke depan ada dukungan dari pemerintah ataupun pihak terkait agar event seperti ini bisa berkembang menjadi agenda rutin yang lebih besar dan mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah," harapnya.
Sementara itu, Muhamad Ilham, peserta asal Cileungsi yang berhasil keluar sebagai Juara 1 Kelas A, mengaku sangat mengapresiasi terselenggaranya turnamen tersebut.
Menurutnya, kompetisi seperti ini bukan hanya menjadi ajang menguji kemampuan, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpecinta olahraga panco.
"Semoga turnamen seperti ini bisa lebih sering diadakan. Selain menambah pengalaman bertanding dan memotivasi kami untuk terus berlatih, kegiatan ini juga membuka kesempatan menambah teman dan relasi yang memiliki hobi yang sama," ungkap Ilham.
Keberhasilan turnamen perdana Bogor Arms Wrestling Guard Camp Community menjadi bukti bahwa olahraga panco memiliki komunitas yang terus berkembang. Dengan dukungan berbagai pihak, bukan tidak mungkin Kota Bogor akan menjadi salah satu pusat perkembangan olahraga arm wrestling di Indonesia.



Posting Komentar