Bogor – Raut wajah bahagia terlihat dari para pengurus lingkungan dan warga, khususnya para lansia penghuni Perumahan Cimanggu Permai, Kelurahan Kedung Badak, saat menyambut kedatangan Bpk. Syahril Perwakilan Disperumkim kota bogor yang didampingi Lurah Kedung Badak Ahnim Sutangyat beserta jajaran dan Ketua LPM Kelurahan Kedung Badak. Kunjungan tersebut membawa secercah harapan bagi warga yang selama bertahun-tahun bergelut dengan persoalan banjir.
Dalam kesempatan itu, Syahril menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor melalui Wali Kota dan Sekretaris Daerah telah memberikan perhatian terhadap usulan penanganan banjir di kawasan tersebut. Menurutnya, upaya tersebut tengah diikhtiarkan agar dapat segera direalisasikan mengingat kawasan ini memiliki peran strategis sebagai akses utama masyarakat menuju fasilitas publik.
"Semoga rencana ini dapat segera terealisasi. Wilayah ini bukan hanya menjadi lingkungan tempat tinggal warga, tetapi juga merupakan akses penting menuju Sekolah Dasar Negeri serta jalur pejalan kaki menuju Puskesmas Kedung Badak. Hal tersebut menjadi penilaian penanganan prioritas," ujar Syahril.
Ketua RT 04 RW 09, Tini, mengungkapkan bahwa banjir telah menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim penghujan. Tidak hanya menggenangi jalan lingkungan, air bercampur lumpur juga kerap masuk ke dalam rumah warga sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
"Sering kali banjir belum benar-benar surut, keesokan harinya datang lagi banjir berikutnya. Kondisi seperti ini bisa berlangsung hingga satu atau dua minggu. Setelah air surut, lingkungan dipenuhi lumpur dan menyisakan bau tidak sedap," tuturnya.
Ia menambahkan, persoalan tidak berhenti ketika musim hujan berakhir. Saat musim kemarau, genangan air yang tidak kunjung surut justru menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Keluhan serupa disampaikan ibu Pontas, salah seorang warga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, sebagian besar penghuni di kawasan itu merupakan warga lanjut usia yang menghadapi berbagai keterbatasan dalam menghadapi bencana banjir.
"Kebanyakan warga di sini sudah lansia. Ada yang tinggal bersama anak atau cucunya, tetapi tidak sedikit yang hanya berdua dengan pasangan. Permasalahan banjir ini sudah berlangsung lama, bahkan ada beberapa rumah yang akhirnya ditinggalkan penghuninya karena tidak sanggup terus-menerus menghadapi kondisi tersebut," katanya.
Meski demikian, semangat gotong royong warga tetap terjaga. Bersama petugas kebersihan kompleks, mereka rutin melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar sebagai bentuk ikhtiar mengurangi dampak banjir.
Sementara itu, Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat, menjelaskan bahwa pemerintah kelurahan bersama LPM, pengurus RW dan RT, relawan, serta masyarakat terus melakukan berbagai langkah preventif. Upaya tersebut di antaranya melalui kerja bakti rutin, pemasangan jaring penahan sampah, hingga normalisasi saluran drainase.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin melalui langkah-langkah preventif bersama seluruh elemen masyarakat. Namun, untuk penyelesaian secara menyeluruh memang dibutuhkan penanganan yang lebih besar dari Pemerintah Kota. Kami sangat mengapresiasi perhatian yang telah diberikan dan berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan," ujar Ahnim.
Ia menilai kawasan Perumahan Cimanggu Permai telah memenuhi berbagai aspek yang menjadi pertimbangan penanganan prioritas, mulai dari kepentingan pendidikan, kesehatan, sosial hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi warga Cimanggu Permai, harapan kini kembali tumbuh. Mereka berharap rencana penanganan banjir yang telah mendapat perhatian Pemerintah Kota Bogor tidak berhenti sebatas wacana, melainkan segera diwujudkan menjadi solusi nyata yang mampu mengakhiri persoalan banjir tahunan yang selama ini membayangi kehidupan mereka.
Posting Komentar